SURAKARTA (29/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta melaksanakan pengecekan lokasi rencana pembangunan dan pengelolaan kopi di wilayah BKPH Lawu Utara sebagai upaya pengembangan komoditas kopi berbasis kawasan hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di petak 33-1 dan 32-2 RPH Blumbang pada Minggu (27/04).
Kegiatan ini melibatkan tim Perhutani bersama mitra sebagai bagian dari penjajakan potensi kawasan untuk pengembangan kopi yang produktif dengan tetap menjaga kelestarian hutan. Pengecekan lapangan dilakukan untuk menilai kesesuaian lahan, aksesibilitas, serta aspek teknis dan lingkungan yang mendukung.
Administratur Perhutani KPH Surakarta melalui Wakil Administratur, Pirmansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memastikan rencana pengembangan berjalan sesuai prinsip kelestarian.
“Kami tidak hanya melihat potensi ekonomi dari komoditas kopi, tetapi juga memastikan bahwa pengembangan ini tetap menjaga fungsi hutan. Prinsip kehati-hatian menjadi kunci agar kegiatan usaha dapat berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan,” ujarnya.
Direktur Utama PT Desa Ratu Bagus, M. Dewa Brata Raksa Ikada, menyampaikan bahwa pihaknya melihat peluang besar pengembangan kopi di kawasan Lawu Utara dengan pendekatan berbasis kemitraan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Perhutani dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami siap bersinergi dalam pengembangan kopi yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan rencana pengembangan kopi dapat segera direalisasikan dengan konsep yang matang dan berkelanjutan. Ke depan, sinergi antara Perhutani dan mitra diharapkan mampu menciptakan model usaha kehutanan yang produktif, menjaga kelestarian kawasan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat desa hutan di wilayah Lawu Utara. (Ska/Mar)
Editor: Aris
Copyright © 2026