PURWODADI, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menerima kunjungan kerja dari Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Pabrik Gula Mojo, dan Pabrik Gula Rendeng dalam rangka koordinasi dan pembahasan program Bongkar Ratoon serta rencana perluasan area agroforestry tebu tahun 2026 di wilayah hutan BKPH Bandung KPH Purwodadi.
Kegiatan pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Perhutani KPH Purwodadi pada Jumat (24/04) dan diterima langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Purwodadi, Triana Wahyu W, bersama jajaran terkait.
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu melalui program Bongkar Ratoon, yaitu kegiatan pembongkaran tanaman tebu lama yang sudah mengalami penurunan produktivitas untuk kemudian diganti dengan tanaman baru yang lebih unggul. Selain itu juga dibahas potensi perluasan lahan agroforestry tebu di kawasan hutan Perhutani, yang selama ini telah menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.
Dalam kesempatan tersebut, Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Seksi PSDH, Triana Wahyu W menyampaikan bahwa Perhutani sangat mendukung program peningkatan produksi tebu nasional melalui skema agroforestry di kawasan hutan.
“Perhutani KPH Purwodadi pada prinsipnya siap mendukung program pemerintah dalam peningkatan produksi gula nasional melalui pengembangan tanaman tebu di kawasan hutan dengan pola agroforestry. Tentunya pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan serta melibatkan masyarakat sekitar hutan agar memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” jelas Triana.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Muhamad Aufa, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Perhutani, serta pihak industri gula sangat penting untuk mendorong peningkatan produksi tebu di wilayah Grobogan.
“Kami melihat potensi pengembangan tebu di kawasan hutan cukup besar. Dengan adanya kerja sama dan dukungan dari Perhutani serta pabrik gula, diharapkan program Bongkar Ratoon dan perluasan tanam tebu pada tahun 2026 dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Pabrik Gula Rendeng, Ainun, yang mengapresiasi dukungan Perhutani dalam penyediaan lahan melalui skema agroforestry.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan Perhutani. Program ini sangat strategis untuk meningkatkan pasokan bahan baku tebu bagi pabrik gula sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan lahan agroforestry,” ungkapnya.
Melalui pertemuan ini diharapkan terbangun koordinasi yang semakin kuat antara Perhutani, pemerintah, dan pihak industri gula sehingga program pengembangan agroforestry tebu serta Bongkar Ratoon tahun 2026 dapat berjalan optimal, produktif, dan tetap menjaga kelestarian kawasan hutan.
Editor : ARis