PURWODADI, PERHUTANI (27/04/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) melaksanakan kegiatan pemeriksaan bersama pengukuran luas kerjasama agroforestry tanaman tebu di wilayah BKPH Tumpuk. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor BKPH Tumpuk pada Kamis (23/04).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran petugas Perhutani KPH Purwodadi, jajaran BKPH Tumpuk, pengurus LMDH Hutan Lestari, LMDH Dokoro Hutan Lestari, serta mitra kerjasama dari CV Global Sinergi Sistem (SGS). Pemeriksaan bersama dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesesuaian luasan lahan, administrasi kerjasama, serta optimalisasi pengelolaan agroforestry tebu di kawasan hutan.
Adapun total keluasan kerjasama agroforestry tebu di wilayah BKPH Tumpuk tercatat mencapai 56,48 hektare yang tersebar pada 12 petak di wilayah RPH Tumpuk dan RPH Anggil-anggil BKPH Tumpuk. Program agroforestry tebu ini merupakan bentuk sinergi antara Perhutani, LMDH, dan mitra usaha dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan secara produktif tanpa mengesampingkan prinsip kelestarian hutan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk, Sudaryono, menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan bersama ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan kerjasama agroforestry berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Melalui kegiatan pemeriksaan dan pengukuran bersama ini, kami ingin memastikan bahwa luas areal kerjasama agroforestry tebu benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan serta tercatat dengan baik dalam administrasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk transparansi dan sinergi antara Perhutani, LMDH, dan mitra kerjasama dalam mengelola kawasan hutan secara produktif dan tetap menjaga kelestariannya,” ujar Sudaryono.
Ia menambahkan bahwa program agroforestry menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui pola kerjasama yang saling menguntungkan, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus turut menjaga keberlanjutan fungsi hutan.
Sementara itu, Ketua LMDH Dokoro Hutan Lestari, Ponco Sriyanto, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani atas keterbukaan dan sinergi yang terus terjalin dengan masyarakat desa hutan.
“Kami sangat mendukung kegiatan pemeriksaan bersama ini karena dapat memberikan kejelasan terkait luas lahan yang dikerjasamakan serta memperkuat koordinasi antara Perhutani, LMDH, dan mitra. Harapannya, program agroforestry tebu ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan sekaligus tetap menjaga kelestarian kawasan hutan,” ungkap Ponco.
Melalui kegiatan ini diharapkan pelaksanaan kerjasama agroforestry tebu di wilayah BKPH Tumpuk dapat berjalan secara tertib, transparan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan dan keberlanjutan pengelolaan hutan di wilayah KPH Purwodadi.