PURWODADI, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka upaya pencegahan bencana alam sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan, khususnya pada kawasan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS). Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah hutan RPH Tumpuk BKPH Tumpuk pada Minggu (26/04).
Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala BKPH Tumpuk beserta jajaran petugas BKPH Tumpuk, serta masyarakat sekitar kawasan hutan, di antaranya warga Dusun Ragem Desa Tambakselo dan Dusun Gemblung Desa Dokoro yang berada di sekitar lokasi KPS.
Kawasan Perlindungan Setempat yang menjadi fokus sosialisasi berada pada beberapa petak hutan, yaitu Petak 90D seluas 5,7 hektare dengan tahun tanam 2014, Petak 89D seluas 4,3 hektare dengan tahun tanam 2005, serta Petak 88D seluas 1,7 hektare dengan tahun tanam 2009. Kawasan tersebut memiliki fungsi penting sebagai daerah perlindungan yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem, tata air, serta mencegah potensi bencana seperti banjir, longsor, maupun kekeringan.
Dalam kegiatan tersebut, Perhutani memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan, tidak melakukan penebangan liar, pembakaran hutan, maupun aktivitas lain yang dapat merusak fungsi kawasan perlindungan. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah sekitar.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk, Sudaryono, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlangsungan fungsi hutan, khususnya pada kawasan perlindungan yang memiliki peran strategis bagi lingkungan.
“Perhutani terus berupaya memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan. Kawasan Perlindungan Setempat memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan alam dan tata air. Apabila kawasan ini terjaga dengan baik, maka potensi terjadinya bencana seperti banjir dan longsor dapat diminimalisir,” ungkap Sudaryono.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Sementara itu, salah satu warga Dusun Ragem Desa Tambakselo, Muslih, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Perhutani. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan hutan.
“Kami sebagai masyarakat yang tinggal di sekitar hutan merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Kami jadi lebih memahami bahwa menjaga hutan juga berarti menjaga lingkungan dan keselamatan kami dari kemungkinan bencana,” ujar Muslih.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga Kawasan Perlindungan Setempat serta turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan demi menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah terjadinya bencana alam di wilayah sekitar.
Editor: Aris